Mengatur Liburan dengan Cermat

Published on Friday, 23 November 2012 10:41

 

Oleh karena itu, sebelum melakukan perjalanan wisata, dianjurkan sebaiknya kita melakukan perencanaan yang matang. Namun, bagaimana dan langkah-langkah apa yang mesti kita tempuh untuk membuat sebuah rencana perjalanan wisata itu?

Timing is the Key Salah satu kunci untuk mendapatkan rencana perjalan wisata yaitu melalui pemilihan waktu yang tepat. Pemilihan waktu merupakan satu hal yang menentukan apakah wisata Anda akan berlancar menyenangkan atau tidak.

Jika ternyata belum bisa menentukan waktu yang tepat, minimal kita bisa tahu pada bulan apa kita akan merencanakan untuk berangkat liburan.

Dalam kalender wisata di berbagai negara, biasanya terpetakan waktu berwisata yang ideal. Biasanya terbagi atas kategori low seasons, high seasons, dan peak seasons.

Low seasons merupakan waktu di mana orang-orang tak banyak yang melakukan wisata, dalam artian masih dalam waktu kerja dan sekolah, sedangkan high seasons merupakan waktu di mana banyak orang melakukan wisata.

"Kalau di Indonesia pembagian waktu seperti itu memang ada. Low seasons itu terjadi sekitar Februari-April, September-November, sedangkan high seasons itu biasanya jatuh bertepatan dengan perayaan Lebaran, liburan sekolah (Juni-Agustus), dan akhir tahun antara 20 Desember sampai 10 Januari.

Kalau peak season itu saat weekends dan hari-hari kejepit," ujar Rachmat Darmawan, seorang agen travel biro, saat dimintai keterangan oleh Koran Jakarta beberapa waktu lalu.

Terkait dengan Bujet Pemetaan ini perlu diketahui bagi para wisatawan, untuk membantu pengaturan dan pemilihan waktu berwisata yang tepat bagi Anda sebab akan berdampak pada biaya yang harus dikeluarkan dan kenyamanan berwisata. Menurut Rachmat, ada banyak keuntungan yang terduga saat Anda melakukan perjalanan berwisata saat low seasons selain bisa lebih berhemat.

"Harga yang dipatok saat low seasons itu memang lebih rendah. Pada saat itu, banyak transportasi dan akomodasi yang memberikan diskon besar- besaran. Bahkan, terdapat hotel yang memberikan makan malam gratis, jika menginap dalam rentang waktu yang lebih lama di tempat penginapan tersebut," papar dia.

Sebaliknya pada saat high seasons, keuntungan justru tak banyak Anda peroleh. "Kalau berlibur di high seasons, biaya yang dikeluarkan bisa membengkak dua kali lipat dari biaya low seasons," tambah Rahmat.

Hal ini bisa terjadi karena beberapa perusahaan yang bergerak di bidang jasa wisata, seperti transportasi, akomodasi, konsumsi, dan atraksi, akan menaikkan biaya ketika memasuki periode high seasons.

Hampir dari semua perusahaan jasa wisata ini memegang prinsip surcharge high seasons. "Ini bukanlah hal yang tak aneh lagi karena terkait dengan hukum ekonomi. Jika ada penawaran yang tinggi, biayanya pun akan tinggi," ungkap dia. Jadi, jika Anda ingin berwisata murah, lebih baik pilih di saat low seasons.

Selain keadaan tempat wisata lebih sepi, dana yang akan dikeluarkan pun lebih aman dan tanpa menguras dompet. Karakter para wisatawan ketika low seasons dan high seasons pun amat berbeda.

"Biasanya, saat low seasons itu banyak diisi oleh pegawai perusahaan-perusahaan, sedangkan high seasons biasanya keluarga," jelas Rahmat. Dia menerangkan bahwa biasanya pihak perusahaan cenderung banyak memberikan liburan untuk para karyawannya ketika low seasons karena harga yang dibandrol tergolong rendah dan terjangkau untuk agenda wisata banyak orang.

Memilih berwisata di saat low seasons merupakan pilihan waktu yang cerdas. Selain biaya yang dikeluarkan lebih aman, perjalanan Anda pun akan terasa lebih menyenangkan karena tempat wisata di saat itu lebih sepi, dibanding ketika high seasons.

Karena alasan dan penawaran keuntungan tersebut, mulai saat ini sebaiknya Anda jeli dan cermat untuk merencanakan agenda perjalanan wisata saat akan berlibur. Atur jatah cuti secermat mungkin, agar dapat leluasa dan nyaman dalam program memanjakan diri dan menikmati waktu berkualitas Anda bersama keluarga terkasih.

Summer Holiday
Waktu berlibur pun berlaku untuk mereka yang berasal dari luar Indonesia, terkhusus di Eropa. Perhitungan high seasons untuk mereka ialah di waktu berlibur sekolah, atau yang lebih akrab dengan summer holiday.

"Ketika itu, biasanya orang luar (negeri) mencari tempattempat tropis untuk berwisata. Mereka mencari tempat yang jauh," jelas Rachmat Darmawan. Beberapa daerah di Indonesia pun sering dijadikan tempat pilihan berwisata oleh mereka, seperti Bali dan Lombok. “Kebanyakan dari mereka memang mencari pantai yang indah untuk berjemur," tambah dia.

Pemilihan tempat yang memiliki volume matahari yang cukup besar itu bukanlah perkara wisata biasa semata. Orang Eropa memiliki budaya yang unik yang membuat mereka mencari tempat wisata tropis sebagai destinasi wisatanya.

"Kebanyakan bagi orang Eropa, mereka akan mencari tempat yang panas. Karena mereka memiliki budaya, adalah sebuah penghormatan jika sehabis berlibur kulit mereka semakin hitam ketika kembali ke negaranya. Semua itu demi prestise. Oleh karena itu, mereka banyak memilih destinasi wisata yang ada pantainya," pungkas dia. n frc/R-3

Tip Wisata Periodik

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika Anda akan berwisata. Walau sesungguhnya tidak banyak tip yang dikhususkan untuk periode wisata tertentu.

  • Ke mana dan kapan pun Anda akan berwisata, lebih dulu pastikan kondisi jasmani dan rohani Anda dalam keadaan prima. Jangan biarkan Anda berwisata dalam kondisi tidak prima, karena hal ini akan mengganggu wisata Anda.
  • Lebih dulu cari tahu/informasi tentang lokasi tujuan wisata Anda, alat transportasi, akomodasi, rute wisata apa yang sebaiknya Anda pakai.
  • Buka kalender Anda, dan pilihlah hari, tanggal, dan bulan yang tepat.
  • Amat tidak bijaksana jika Anda 'berhutang' demi berwisata. Jangan memaksakan diri jika memang keadaan keuangan tidak memungkinkan. Saat low seasons, banyak penerbangan memberikan tiket murah dengan embel-embel promo. Bahkan, hotel atau penginapan lainnya biasa memberi diskon besar-besaran. Ini tentu bermanfaat untuk meminimalisir pengeluaran Anda.
  • Khusus untuk low seasons, fokuskan perhatikan pada tujuan dan tanggal di mana Anda akan berwisata. Karena berbeda tujuan wisata, berbeda pula keadaan tempat wisatanya, sebagai contoh Sabtu-Minggu di Solo. Sekalipun itu weekend, tapi masih masuk dalam hitungan low seasons di sana. Namun hal itu berbeda dengan Bali. Sabtu-Minggu di Bali masuk dalam hitungan peak seasons.
  • Khusus untuk peak seasons, lebih baik rencanakan wisata Anda dari jauh-jauh hari. Biasanya saat peak seasons banyak yang menyediakan harga promo sejak jauh-jauh hari. Untuk itu Anda harus jeli dalam memilih. Jika Anda telah menentukan pilihan, ada baiknya ada langsung melakukan pemesanan. Jangan sampai Anda kehilangan kesempatan itu karena terlambat memesan.
  • Khusus untuk high seasons, siap-siaplah mengeluarkan banyak uang dari pundi-pundi Anda. Ketika telah memutuskan wisata di high seasons, berarti Anda harus menyiapkan banyak uang.
  • Saat high seasons, banyaklah bersabar dan nikmati saja perjalanan Anda. Berwisata di high seasons berarti Anda pun telah siap dengan kondisi tempat wisata yang amat ramai. Sebagai contoh, Anda bisa mendatangi empat tempat wisata di Bali, ketika melakukannya di low seasons. Namun ketika high seasons, Anda hanya akan mampu mendatangi dua wisata saja. Untuk itu, nikmati saja perjalanan Anda!

(koran-jakarta.com)

 

Share: